• 5 Tips Mudah Berpuasa Untuk Lansia (Orang Lanjut Usia)

    5 Tips Mudah Berpuasa Untuk Lansia (Orang Lanjut Usia)

    Berpuasa di saat bulan ramadan adalah salah satu kewajiban sekaligus ujian bagi seorang muslim di seluruh dunia. Dan di berbagai penelitian juga menunjukan ibadah puasa bisa membawa beragam manfaat yang baik bagi kesehatan.

    Meski demikian, ada juga golongan yang mendapat keringanan untuk tidak menjalankan rukun islam yang keempat ini, salah satunya adalah lansia (orang lanjut usia). Mengingat orang tua biasanya memiliki penyakit penyerta yang bisa saja beresiko pada kesehatannya bila terus memaksakan diri untuk berpuasa.

    Baca Juga: Jaga Kesehatan Jiwa, Diimbau Selektif Dengan Info Dari Media Sosial

    Dikuti dari ahli gizi KhaleejTime, puasa juga bisa menyebabkan kadar glukosa rendah, sehingga menyebabkan kurangnya konsentrasi dan meningkatnya kelelahan dan hal ini bisa sangat berpengaruh sekali pada kesehatan lansia.

    Lalu bagaimana tips berpuasa bagi lansia?

    1. Jangan Lewatkan Sahur

    Sahur itu penting bagi siapa pun yang menjalankan puasa, terlebih para lansia. Dengan sahur, energi akan tercukupi sehingga membuat tubuh lebih menahan puasa dalam jangka waktu yang lama.

    Makanlah sahur secukupnya untuk mendapatkan sumber energi agar selotak dan saraf tetap aktif. Kurma juga bisa menjadi tambahan sumber energi yang ideal disantap saat sahur karena mengandung gula, serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium yang sangat baik.

    2. Perbanyak minum air putih

    Dehidrasi adalah salah satu masalah paling serius dialami lansia akibat kurangnya minum selama berpuasa. Persiapkan diri untuk menjalani puasa dengan minum banyak air putih, baik saat sahur maupun selama berbuka puasa. Jangan sampai lansia hanya minum ketika haus, karena haus adalah sinyal bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi.

    Agar mencegah dehidrasi yang parah, usahakan hindari minum minuman yang mengandung kafein untuk memastikan tubuh mendapatkan sumber hidrasi terbaik. Tapi berhati-hatilah dan jangan berlebihan minum terlalu banyak dalam satu waktu. Minum dalam jumlah banyak sekaligus dapat melarutkan elektrolit tubuh yang menyebabkan keracunan air.

    3. Perbanyak Sayur, Buah Dan Protein

    Dalam laporan Diabetes Care pada 2010, dokter dari berbagai institusi menyarankan saat berbuka puasa sebaiknya mengurangi asupan karbohidrat dan lemak. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak, terutama saat berbuka harus dihindari karena memperlambat kerja pencernaan dan penyerapan.

    Sebaliknya, konsumsi karbohidrat dan serat nabati kompleks saat sahur saja untuk meningkatkan energi, mempertahankan rasa kenyang, meningkatkan fungsi usus, dan kadar lemak darah selama Ramadan. Selain itu, lansia perlu mencukupi asupan vitamin, mineral, dan garam harian dengan banyak makan sayuran dan buah-buahan. Sayuran, buah, maupun protein dapat mencegah sembelit.

    Lansia bisa mencoba variasi menu sahur dengan semangkuk oatmeal hangat yang ditambah dengan pisang, alpukat, kurma, kacang-kacangan, telur. Atau bisa juga semangkuk sup sayur dengan sepotong roti gandum, kurma, dan segelas susu atau smoothies buah.

    4. Tetap Aktif Bergerak

    Aktivitas fisik tak harus melakukan olahraga berat. Berjalan kaki setelah berbuka puasa dapat membantu mengaktifkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot para lansia. Jika biasanya berolahraga di pagi hari, tak ada salahnya beralih ke malam hari setelah atau menjelang berbuka puasa. Jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik yang berat di siang hari karena hanya akan mempercepat dehidrasi.

    Berjalan kaki masih dianggap olahraga yang aman dilakukan lansia selama bulan Ramadhan, selama tubuh tidak kelelahan dan dehidrasi. Berdasarkan laporan Diabetes Care, penderita diabetes tipe 2 atau prediabetes sekalipun dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan untuk mempertahankan massa otot.

    5. Tidak Makan Berlebihan

    Selama berat badan dalam kategori normal, hindari makan terlalu banyak dan kenyang saat sahur dan berbuka puasa. Perut akan lebih terasa nyaman dan kualitas tidur semakin baik jika mempertahankan makan dalam batas porsi normal selama bulan Ramadan.

    Makan lebih sedikit juga bisa mencegah melonjaknya kadar gula darah setelah berbuka puasa. Sebaliknya, jika makan berlebihan, tentu bisa menimbulkan sembelit, mulas, atau gangguan pencernaan lainnya terutama di malam hari.

    Baca Juga: Gejala Kanker Prostat Stadium Awal Yang Harus di Waspadai

    Makanlah dengan penuh kesadaran dan berhentilah sebelum benar-benar kenyang. Sebab tubuh perlu waktu sekitar 20 menit untuk memberi sinyal kenyang. Jadi jangan berlebihan saat menyantap hidangan buka puasa.

    Itulah tadi beberapa tips puasa untuk lansia yang bisa diikuti. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah informasi dan wawasan terbaru buat kamu seputar dunia kesehatan.

    Sumber: CNN

    Pin It