• 5 Tips Pencegahan Penyakit DBD di Rumah

    Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue. DBD yang terlambat dikenali dan diobati dapat mengakibatkan perdarahan dalam berbahaya. Maka, butuh upaya pencegahan demam berdarah (DBD) dari diri sendiri dan orang di sekitar rumah agar penyakit ini tidak semakin menyebar luas.

    Cara pencegahan demam berdarah (DBD) di rumah

    Mungkin Anda sendiri sudah sangat familier dengan slogan pencegahan demam berdarah (DBD) yang berbunyi “3M: menguras, menutup, dan mengubur”. Namun, prinsip pencegahan DBD bukan cuma itu.

    Cara yang paling utama adalah dengan mengusahakan agar Anda tidak digigit nyamuk Aedes aegypti. Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah.

    1. Menguras bak mandi seminggu sekali

    Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

    Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang.

    2. Bersihkan juga wadah penampung air lainnya

    Jangan hanya berhenti sampai di kamar mandi. Anda juga perlu menguras dan membersihkan berbagai wadah lain di rumah yang menampung air. Perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, dan lain sebagainya dapat menjadi sarang bagi nyamuk jika tidak rajin dikuras.

    3. Pasang kasa dan kelambu nyamuk

    Kasa nyamuk ada berbagai macam, ada yang terbuat dari kawat, magnet, bahkan sampai jaring-jaring rapat yang tipis namun kuat menghalau masuknya nyamuk dari luar.

    Pencegahan demam berdarah juga perlu dilakukan dengan memasang kelambu di kamar tidur. Anda dapat memasang kelambu mengelilingi ranjang Anda atau menutupi ranjang bayi.

    4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama

    Kebiasaan menunda-nunda melipat cucian dan membiarkannya menumpuk begitu saja? Jika tidak, apa Anda justru terbiasa menggantung baju di balik pintu, atau menumpuk cucian kotor di pojokan kamar?

    Sebaiknya setop kebiasaan ini sebagai langkah pencegahan DBD. Membiarkan baju menumpuk atau tergantung begitu lama dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia.

    Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang baru dipakai, lipat kemudian simpan pada tempat yang bersih dan tertutup.

    5. Gunakan lotion atau krim antinyamuk

    Pilih losion yang mengandung ekstrak serai, lavender, geranium, lemon balm, atau peppermint yang sudah terbukti tidak disukai nyamuk. Sebuah penelitian di India menyebutkan mengoleskan minyak daun peppermint terbukti dapat membuat nyamuk menghindar.

     

    Ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan. Oleskan krim terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutupi pakaian. Jangan mengoleskan krim antinyamuk pada kulit yang tertutup pakaian. Jika Anda juga menggunakan tabir surya atau sunscreen, oleskan tabir surya terlebih dahulu baru lotion anti nyamuk.

    Tips pakai lotion anti nyamuk untuk anak-anak

    • Selalu ikuti petunjuk pemakaian ketika menggunakan obat nyamuk untuk anak-anak.
    • Jangan gunakan losion obat nyamuk pada bayi berusia di bawah 2 bulan.
    • Jangan mengoleskan krim ke tangan, mata, mulut, dan kulit anak yang sedang luka atau teriritasi.
    • Untuk losion antinyamuk dalam bentuk spray, orang dewasa harus menyemprotkan dulu ke tangan mereka, baru kemudian dioleskan ke wajah anak.
    • Jangan menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus (OLE) atau para-menthane-diol (PMD) untuk anak di bawah 3 tahun.
    Pin It