• 7 Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

    Pencegahan merupakan jenis pengobatan yang paling efektif. Hal ini disebabkan karena tidak ada vaksin yang bisa melindungi virus demam berdarah. Menghindari gigitan nyamuk menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegahnya. Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjaga lingkungan terbebas dari nyamuk, yaitu:

    • Gunakan pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh, seperti celana panjang, kemeja lengan panjang, serta kaus kaki.
    • Terutama jika Anda melakukan perjalanan ke daerah tropis.
    • Gunakan obat pengusir nyamuk dengan konsentrasi paling sedikit 10 persen diethyltoluamide (DEET), atau konsentrasi yang lebih tinggi untuk pemaparan yang lebih lama. Hindari penggunaan DEET pada anak-anak.
    • Hindari menggunakan sabun yang beraroma harum karena dapat menarik nyamuk. Selain itu penggunaan parfum di daerah yang banyak terdapat nyamuk juga sebaiknya dihindari.
    • Tutup pintu dan jendela rumah jika sudah menjelang sore karena nyamuk biasanya banyak berkeliaran di waktu senja. Hindari berada di luar rumah pada dini hari, sore, dan malam hari dimana nyamuk banyak berkeliaran.
    • Hindari genangan air di rumah. Jika Anda memiliki bak penampung air, sebaiknya tutup agar nyamuk tidak berkumpul di bagian tersebut.
    • Saat berkemah atau piknik, pilihlah area yang tidak terlalu dekat dengan air karena nyamuk senang berkumpul di tempat yang banyak air.

    Perawatan selama berlangsungnya siklus demam berdarah

    Hal paling pertama dan paling penting untuk dilakukan adalah segera ke dokter begitu merasakan gejala awal DBD. Dokter nantinya akan mendiagnosis seberapa parah kondisi DBD Anda, dan menentukan harus diopname di rumah sakit atau istirahat di rumah saja.

    Sepanjang siklus demam berdarah, Anda juga wajib mengonsumsi banyak cairan. Cairan yang dikonsumsi tidak hanya dapat diperoleh dari air mineral saja, tapi dari buah atau sayur, makanan berkuah lain, hingga cairan elektrolit.

    Di awal siklus demam berdarah, cairan elektrolit baik diminum untuk mencegah kebocoran plasma yang menjadi risiko fase kritis. Contoh minuman yang mengandung elektrolit adalah minuman isotonik, susu, oralit, dan jus buah.

    Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang dapat menaikkan jumlah trombosit. Terutama sebelum dan selama fase demam berdarah telanjur kritis. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jambu biji merah.

    Jambu biji merah mengandung trombinol yang mampu merangsang tubuh bekerja lebih aktif menghasilkan lebih banyak keping darah sehat. Ini bertujuan untuk memicu pembentukan platelet atau trombosit darah baru.

    Namun karena pasien yang sedang dalam siklus demam berdarah perlu asupan yang mudah dicerna, maka sebaiknya jambu biji merah diolah menjadi jus. Kandungan air dalam jus juga baik untuk mencegah dehidrasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan demam berdarah.

    Selama perawatan sepanjang siklus demam berdarah, pasien juga diwajibkan beristirahat total untuk mempercepat pemulihan tubuh. Istirahat berbaring di tempat tidur, minum obat pereda nyeri, dan minum cairan dan makanan penambah trombosit bisa menghindari komplikasi parah dari DBD.

    Pin It