• Cara Mengatasi Alergi Dingin Saat Hamil Yang Disarankan

    Meskipun tidak membahayakan ibu maupun kandungan, alergi dingin saat hamil dapat mengganggu fokus Anda selama memantau perkembangan janin. Berikut adalah tips mengatasi alergi dingin yang disarankan.

    1. Menggunakan obat semprot hidung

    Obat semprot hidung (nasal saline) merupakan sejenis larutan garam yang aman digunakan saat hamil. Untuk menggunakannya, semprotkan obat pada masing-masing lubang hidung sebanyak 3-6 kali. Diamkan selama 30 detik, lalu embuskan napas Anda dengan keras hingga larutan garam keluar.

    2. Menjaga kelembapan udara

    Salah satu cara mengatasi alergi dingin saat hamil adalah dengan menjaga kelembapan udara di rumah Anda. Gunakan humidifier bila tersedia, dan aturlah kelembapan rumah Anda agar berada di bawah 50 persen karena kelembapan udara di atas 60 persen adalah tempat yang ideal bagi tungau dan jamur untuk berkembang. Keduanya dapat memperparah gejala alergi yang Anda alami.

    3. Minum obat antihistamin

    Antihistamin adalah golongan obat yang banyak digunakan untuk mengobati alergi, termasuk rinitis. Salah satunya adalah difenhidramin yang sering direkomendasikan untuk ibu hamil. Pilihan lain yang cukup aman adalah loratadine, tapi Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter apalagi kalau Anda berada di trimester pertama.

     

    Dekongestan adalah obat yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat, baik akibat flu ataupun alergi. Obat dekongestan yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat biasanya mengandung pseudoefedrin.

    Namun, penggunaan obat ini sebaiknya dihindari selama trimester pertama. Jika obat ini sering digunakan maka dapat membatasi aliran darah ke plasenta. Jadi, pastikan bahwa Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

    Cara mengatasi alergi dingin secara alami terkadang tidak cukup untuk meredakan gejala yang Anda alami. Selalu sampaikan keluhan Anda selama hamil pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Bila alergi Anda termasuk parah, dokter dapat menyarankan metode lain yang bersifat medis seperti terapi imun.

    Pin It