• Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi Kutu Kemaluan

    Kutu kemaluan dapat didiagnosis melalui gejala yang dirasakan pasien dan pemeriksaan fisik, terutama pada area yang terjangkit. Guna memastikan keberadaan kutu kemaluan, dokter biasanya akan menggunakan kaca pembesar atau mikroskop.

    Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada orang-orang yang kerap melakukan kontak fisik dengan penderita selama 3 bulan terakhir.

    Pengobatan Kutu Kemaluan

    Pengobatan kutu kemaluan dapat dilakukan dengan menggunakan obat topikal, seperti losion, krim, atau sampo antiparasit. Obat ini dapat digunakan hanya pada area yang terinfeksi atau seluruh tubuh bagian luar. Jika obat ini sampai masuk ke dalam mata, segera cuci mata Anda dengan air.

    Obat antiparasit yang biasa digunakan adalah permethrin. Efek samping yang umumnya timbul akibat penggunaan obat antiparasit adalah gatal, merah, atau panas pada kulit.

    Pengobatan kutu kemaluan memerlukan pengulangan setelah 9-10 hari. Periksalah area yang terinfeksi selama dan setelah periode pengobatan kedua selesai, untuk memastikan keberadaan kutu atau telur yang masih tertinggal pada area tersebut.

    Komplikasi Kutu Kemaluan

    Iritasi kulit akibat seringnya menggaruk area yang didiami kutu kemaluan berisiko menimbulkan impetigo atau bisul akibat paparan bakteri. Peradangan kelopak mata (blefaritis) atau konjungtiva (konjungtivitis) juga dapat terjadi jika kutu kemaluan mendiami bulu mata. Segera temui dokter untuk memeriksakan kondisi ini.

    Pencegahan Kutu Kemaluan

    Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi penularan infeksi kutu kemaluan:

    • Hindari berbagi pakai handuk, pakaian, atau seprai dengan orang yang terinfeksi kutu kemaluan.
    • Jika terdiagnosis menderita infeksi parasit ini, ajak anggota keluarga dan pasangan untuk memeriksakan diri juga ke dokter.
    • Sebaiknya hindari melakukan hubungan seksual hingga dinyatakan telah sembuh oleh dokter.
    Pin It