• Faktor Penyebab Diare dan Pengobatannya

    Selain penyakit medis, beberapa kebiasaan dapat menyebabkan diare. Ada banyak faktor risiko kondisi buang air besar berlebih ini terjadi, yaitu:

    • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet
    • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih
    • Jarang membersihkan dapur dan toilet
    • Sumber air yang tidak bersih
    • Makan makanan sisa yang sudah dingin

    Selain faktor risiko di atas, perubahan pola makan baru-baru ini juga dapat menyebabkan diare akut. Ini termasuk asupan kopi, teh, minuman bersoda, atau permen karet yang mengandung gula yang sulit diserap. 

    Kondisi buang air besar cair berlebih ini  juga dapat terjadi pada pelancong, wisatawan, atau traveler. Di mana ini bisa terjadi saat Anda bepergian ke negara-negara berkembang yang banyak mengalami kasus infeksi bakteri E. coli. 

    Pelancong yang minum air terkontaminasi, makan makanan terkontaminasi, atau makan makanan mentah, juga dapat terinfeksi bakteri sampai diare.

    Obat & Pengobatan

    Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

    Bagaimana dokter mendiagnosis diare?

    Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan melihat riwayat medis Anda untuk mencari tahu penyebabnya.

    Dokter dapat menanyakan beberapa hal, seperti:

    • Apa yang Anda rasakan?
    • Seberapa sering Anda pergi ke toilet?
    • Makanan apa yang Anda konsumsi sebelum mengalami diare?
    • Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu akhir-akhir ini?
    • Apa saja gejala lain yang Anda alami?

    Pada beberapa kasus, dokter dapat melakukan tes tambahan untuk mengetahui kondisi Anda lebih lanjut, seperti:

    1. Tes darah

    Tes darah kemungkinan akan dilakukan untuk melihat adanya gejala lain yang dapat membantu menunjukkan apa yang menyebabkan diare Anda.

    2. Tes feses

    Tes feses juga dapat dilakukan untuk melihat apakah ada bakteri atau parasit menyebabkan diare menyerang Anda.

    3. Sigmoidoskopi fleksibel atau kolonoskopi

    Untuk membantu memastikan diagnosis diare, dokter dapat menggunakan sigmoidoskopi dan kolonoskopi.

    Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan tabung tipis dan terang yang dimasukkan ke dalam rektum. Tabung ini dapat melihat bagian dalam usus besar Anda. 

    Alat tes ini juga dilengkapi dengan perangkat untuk mengambil sampel kecil jaringan (biopsi) dari usus besar Anda. Sedangkan kolonoskopi memungkinkan dokter untuk melihat seluruh bagian usus besar.

    Bagaimana cara mengobati diare?

    1. Minum air yang banyak 

    Diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Maka, dokter biasanya dapat memberikan cairan elektrolit atau oralit yang dapat dibeli di apotek. Cairan ini umum digunakan sebagai pertolongan pertama masalah buang-buang air. 

    Cairan elektrolit dapat memberikan tubuh asupan glukosa, garam dan mineral penting lainnya yang hilang selama mengalami dehidrasi. Cairan rehidrasi cocok diberikan untuk anak-anak dan orang tua. 

    2. Istirahat

    Saat terserang diare, diusahakan untuk beristirahat sebanyak mungkin. Orang yang terkena atau sedang mengalami kondisi ini, harus berhenti beraktivitas sementara. Gunanya untuk  memulihkan tenaga yang habis untuk bolak-balik ke toilet. 

    3. Makan makanan sehat

    Saat diare, sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna lewat menu makan BRAT (banana, rice, applesauce, and toast), yakni nasi, saus apel, dan roti. Makanan tersebut baik dikonsumsi anak-anak atau orang dewasa saat sedang buang-buang air.

    Pola makan BRAT terdiri dari makanan berserat rendah dengan rasa hambar yang mudah dikunyah sampai halus. Jenis makanan ini baik bagi organ pencernaan yang sedang bermasalah.

    Jangan lupa untuk menghindari makanan pedas, berminyak, atau berlemak.

    4. Obat-obatan 

    Loperamide

    Loperamide adalah obat yang digunakan untuk memperlambat pergerakan pada sistem pencernaan Anda, khususnya usus. Obat ini memungkinkan lebih banyak cairan yang diserap oleh tubuh dan membuat feses Anda kembali padat. Minum obat ini sehabis buang air besar. 

    Attapulgite

    Obat diare umumnya mengandung zat attapulgite. Zat attapulgite bekerja dengan merangsang pencernaan Anda, terutama usus, dapat menyerap cairan lebih banyak. Sehingga feses Anda tidak cair, melainkan padat karena cairannya diserap attapulgite.  Anda bisa minum obat ini sesudah makan. Kemungkinan ada efek samping sembelit dan kembung. 

    Hal yang harus diperhatikan sebelum minum obat diare

    Saat minum atau menggunakan obat untuk mengatasi diare, Anda harus mematuhi aturan pakainya. Minum sesuai petunjuk  yang direkomendasikan pada label obat.

    Jangan berasumsi bahwa lebih banyak obat akan bekerja lebih baik atau lebih cepat. Minum obat yang dengan jumlah berlebih dapat menimbulkan efek samping tertentu. 

    Jika Anda menggunakan obat resep, tanyakan kepada dokter Anda apakah boleh meminum lebih dari 1 merek atau jenis obat pereda buang air besar. Kemungkinan keduanya mungkin memiliki bahan aktif serupa dan bisa berubah menjadi overdosis obat. 

    Pin It