• Manfaat Onani Yang Perlu Anda Ketahui

    Pada pria, aktivitas ini diakhiri dengan keluarnya cairan dari kemaluan yang disebut dengan semen atau air mani sebagai cairan yang membawa sel-sel sperma. Hal yang sama juga dapat terjadi pada wanita tetapi frekuensinya sangat jarang jika dibandingkan dengan pria.

    Beberapa orang percaya bahwa manfaat onani bisa meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stres hingga meningkatkan produksi endorfin.

    Berikut ini adalah 4 Manfaat Onani Bagi Kesehatan

    1. Membantu menguatkan otot panggul

    Seiring bertambahnya usia, maka kekuatan otot bisa semakin berkurang. Seperti halnya seks yang teratur, manfaat onani juga bisa membantu menguatkan otot dasar panggul Anda, di mana hal ini pada akhirnya akan mencegah terjadinya impotensi.

    2. Membuat Anda bertahan lebih lama

    Manfaat onani lainnya adalah berguna untuk menunda mendapatkan orgasme. Melakukan onani satu jam sebelum melakukan penetrasi akan memberikan Anda kemampuan untuk mengontrol ejakulasi lebih baik. Onani memberi gambaran pada Anda sendiri mengenai berapa lama waktu yang diperlukan untuk ejakulasi.

    3. Meningkatkan hormon kortisol

    Manfaat onani selanjutnya adalah meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Meningkatnya kadar kortisol ini dapat membantu Anda menekan stres. Stres sendiri dapat dipengaruhi oleh stres fisik dan emosional. Selain itu, efek onani lainnya adalah menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik meskipun dalam dosis yang kecil.

    4. Menjaga suasana hati

    Manfaat onani yang satu ini tentu menjadi harapan banyak orang karena bisa membuat seseorang lebih bahagia. Dampak onani yang terjadi pada tubuh ini mampu meningkatkan zat kimia seperti dopamin dan oksitosin di dalam tubuh. Hormon dopamin pada otak berfungsi sebagai zat kimia pembawa pesan antara sel saraf. Hormon ini dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia.

    Sedangkan hormon oksitosin bermanfaat dalam berbagai tingkah laku manusia, seperti orgasme, kedekatan sosial, dan sikap keibuan. Untuk alasan inilah hormon oksitosin terkadang dianggap sebagai hormon cinta. Dampak oksitosin pada tingkah laku dan respons emosi juga terlihat dalam membangun kepercayaan, ketenangan, dan stabilitas psikologi.

    Pada akhirnya, menjalani aktivitas onani yang ‘sehat’ sebaiknya disertai dengan kesadaran untuk tidak melakukannya secara berlebihan, jika onani dilakukan berlebihan maka manfaat onani bisa berubah menjadi bahaya onani.

    Pin It