• Pengertian dan Pengobatan Penyakit Alergi

    Alergi adalah suatu respon atau reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang masuk atau mengalami kontak dengan tubuh. Zat yang menyebabkan alergi adalah alergen, dan alergen dapat ditemukan dalam makanan, minuman, dan lingkungan.

    Di Indonesia, rhinitis alergi ditemukan paling banyak pada anak-anak usia sekolah dan pra sekolah. Penyebabnya sebagian besar adalah alergi makanan, yaitu udang (12,63 persen), kepiting (11,52 persen), tomat (4,38 persen), putih telur (3,5 persen) serta susu sapi (3,46 persen). Sekitar 20 persen anak pada satu tahun pertama mengalami reaksi alergi terhadap makanan yang diberikan.

    Selain itu, persentase anak berusia di bawah 12 tahun yang memiliki alergi terhadap polusi dan debu mengalami kenaikan hingga empat kali lipat dalam 20 tahun terakhir, dari 2% di tahun 1980 dan mencapai 8% di tahun 2000.

    Apa saja jenis penyakit alergi?

    • Anafilaksis. Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi serius yang dapat berpotensi mengancam nyawa.
    • Asma. Asma adalah penyakit kronis yang meradang dan mempersempit saluran udara pada paru-paru, menyebabkan mengi, sesak napas, sesak dada, dan batuk.
    • Dermatitis atopik. Dermatitis atopik, juga dikenal sebagai eksim, adalah suatu kondisi peradangan kulit tidak menular yang ditandai dengan kulit kering dan gatal yang dapat mengeluarkan cairan bening jika digaruk.
    • Alergi lingkungan. Alergi lingkungan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara abnormal terhadap zat tidak berbahaya seperti serbuk bunga atau bulu hewan. Zat-zat ini dapat memicu reaksi alergi pada hidung (rhinitis alergi, atau demam alergi) dan paru-paru (asma).
    • Alergi makanan. Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap makanan yang tidak berbahaya seakan-akan makanan tersebut adalah suatu ancaman.

    Siapa yang berisiko terkena penyakit ini?

    Ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap alergi, yaitu:

    Riwayat alergi di keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki kondisi alergi atau asma, Anda lebih mungkin untuk memiliki alergi.
    Usia. Anak-anak lebih cendrung memiliki alergi daripada orang dewasa. Biasanya, alergi menghilang seiring mereka bertambah usia.
    Asma atau kondisi alergi. Memiliki kondisi ini akan membuat Anda lebih berisiko untuk terkena kondisi alergi lainnya.

    Apa tanda-tanda dan gejala alergi?

    • Alergen yang terhirup seringkali menyebabkan hidung menjadi pengap dan gatal, tenggorokan menjadi gatal, batuk, dan mengi.
    • Alergen yang menyentuh mata seringkali menyebabkan mata menjadi gatal dan berair.
    • Alergen yang termakan seringkali menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, diare, dan kram.
    • Alergen yang menyentuh kulit seringkali menyebabkan hives, gatal-gatal, kulit melepuh dan mengelupas.

    Apa tes yang akan digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis alergi?

    Tes kulit

    Dokter akan menempatkan alergen dalam jumlah kecil pada kulit Anda dan membuat goresan kecil atau tusukan pada kulit. Kemudian, dokter akan menunggu selama 15 menit untuk melihat apakah ada bintik-bintik merah yang timbul sehingga ia dapat mengindikasi adanya alergi.

    Tes darah

    Setelah tes kulit, jika Anda didapati memiliki reaksi alergi, dokter mungkin akan melakukan tes darah. Tes darah dilakukan di laboratorium untuk melihat keberadaan antibodi yang melawan alergen spesifik. Metode ini berhasil dalam mendeteksi antibodi alergen-alergen utama.

    Jenis-jenis tes darah termasuk:

    Immunoglobulin E (IgE), yang mengukur tingkat zat-zat yang berhubungan dengan alergi.
    Hitung darah lengkap (CBC), yang memeriksa jumlah sel darah putih eosinofil.
    Apa tes medis lainnya yang dapat membantu diagnosis?

    Dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan Anda untuk menghindari beberapa barang tertentu untuk melihat apakah Anda menjadi lebih baik, atau untuk menggunakan barang-barang yang dicurigai untuk melihat apakah Anda menjadi lebih buruk. Ini disebut sebagai “tes penggunaan atau eliminasi,” dan seringkali digunakan untuk memeriksa alergi makanan atau obat.

    Dokter juga dapat memeriksa reaksi Anda terhadap pemicu fisik dengan menerapkan panas, dingin, atau rangsangan lainnya pada tubuh Anda dan mengamati jika terdapat respon alergi.

    Terkadang, alegen yang dicurigai dilarutkan dan diteteskan ke dalam kelopak mata bawah untuk memeriksa adanya reaksi alergi. Ini hanya boleh dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan.

    Bagaimana cara mengobati alergi?

    Ada banyak pilihan untuk pengobatan alergi. Obat yang dijual bebas ataupun yang diresepkan, suntikan alergi, dan imunoterapi sublingual dapat membantu meringankan gejala.

    Obat

    Ada beberapa jenis obat untuk mencegah dan mengobati alergi. Obat yang dianjurkan dokter akan didasarkan pada jenis dan tingkat keparahan gejala, usia, dan kesehatan Anda secara menyeluruh. Obat-obatan umum yang dapat digunakan untuk mengobati alergi antara lain:

    • Antihistamin
    • Kortikosteroid
    • Dekongestan
    • Obat lainnya, seperti Leukotrien

    Suntikan alergi

    Suntikan alergi (imunoterapi) terkadang akan dianjurkan jika Anda tidak dapat menghindari alergen dan gejala Anda sulit untuk dikendalikan. Suntikan alergi menjaga tubuh Anda untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap alergen. Anda akan diberikan suntikan alergen secara rutin. Setiap dosis sedikit lebih besar daripada dosis sebelumnya sampai dosis maksimum tercapai. Suntikan ini tidak bekerja untuk setiap orang dan Anda akan diharuskan untuk sering mengunjungi dokter.

    Pengobatan Imunoterapi Sublingual (SLIT)

    Imunoterapi sublingual adalah cara alternatif untuk mengobati alergi tanpa suntikan. Ahli alergi akan memberikan alergen dalam dosis kecil di bawah lidah pasien untuk meningkatkan toleransi terhadap zat tersebut dan mengurangi gejala.

    Reaksi alergi yang parah (anafilaksis) harus diobati dengan obat yang disebut epinefrin. Obat ini dapat menyelamatkan nyawa jika diberikan dengan cepat. Jika Anda menggunakan epinefrin, hubungi 112 dan langsung pergi ke rumah sakit.

     

    Pin It