• Penyebab Kemandulan Pada Wanita

    Semua orang yang menikah pasti ingin memiliki anak atau keturunan. Namun sebagian besar pasangan suami istri harus menutup dalam-dalam keinginannya tersebut dikarenakan kemandulan (infertilitas). Banyak diantara mereka tidak mengetahui apa penyebab kemandulan yang mereka alami, sehingga perselingkuhan atau perceraian yang menjadi pilihan terakhir.

    Asumsi yang timbul di masyarakat bahwa sebagian besar penyebab kemandulan adalah wanita. Namun, sebenarnya pria juga bisa mengalami kemandulan. Oleh karena itu, mari kita simak beberapa penyebab kemandulan pada wanita dan pria di bawah ini.

    Apa Penyebab Kemandulan pada Wanita?

    Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kemandulan pada wanita, sehingga wanita lebih sering dijadikan sebagai "kambing hitam" dalam masalah kemandulan. Penyebab kemandulan pada wanita, antara lain:

    1. Masalah Ovulasi

    Kemandulan pada wanita paling utama disebabkan oleh masalah ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indung telur (ovarium) menuju tuba fallopi untuk dibuahi. Proses tersebut biasanya terjadi pada 14 hari sebelum haid atau 16 hari setelah hari pertama siklus menstruasi.

    Pada situasi tertentu, pelepasan sel telur tersebut mengalami masalah, sehingga mengakibatkan sel telur tidak dilepaskan sama sekali atau terjadi pelepasan dalam waktu yang lebih lama dari yang seharusnya.

    Masalah ovulasi disebabkan oleh beberapa hal berikut ini, yaitu:

    • Kegagalan Ovarium Prematur: merupakan kondisi di mana ovarium wanita berhenti bekerja atau kehilangan fungsinya (melepaskan sel telur) sebelum usia 40 tahun.
    • Sindrom Ovarium Polisistik: Adanya gangguan hormon yang menyebabkan ovarium kesulitan untuk memproduksi sel telur (ovum). Hal itu menyebabkan ovulasi terganggu karena kurangnya jumlah sel telur.
    • Gangguan Tiroid: Gangguan pada kelenjar tiroid menyebabkan terganggunya organ reproduksi yang menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur.

    2. Rusaknya Tuba Fallopi

    Tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium (indung telur) dengan rahim. Organ ini juga berfungsi sebagai tempat pembuahan sel telur oleh sperma.

    Salah satu penyebab rusaknya tuba fallopi adalah operasi akibat kehamilan ektopik (di luar rahim), sehingga sel telur tidak dapat bergerak lebih jauh dan tidak terjangkau oleh sperma.

    3. Gangguan Lendir Serviks

    Penyebab kemandulan yang selanjutnya adalah gangguan pada lendir serviks. Lendir serviks merupakan bagian yang dapat menipis secara alami ketika ovulasi, sehingga sperma dapat masuk ke dalam tuba fallopi. Nah, Apabila terjadi gangguan pada lendir serviks, maka organ tersebut akan menebal dan menyulitkan sperma yang bergerak masuk menuju tuba fallopi. Oleh karena itu, pembuahan tidak dapat dilakukan dan tidak akan terjadi kehamilan.

    4. Fibroid Rahim

    Fibroid rahim merupakan salah satu tumor jinak (bukan kanker) yang biasanya tumbuh di dalam atau di sekitar rahim. Adanya fibroid tersebut sangat memengaruhi kesuburan pada wanita, karena membuat embrio (hasil pembuahan) tidak dapat masuk ke dalam rahim.

    5. Endometriosis

    Endometriosis adalah pertumbuhan jaringan pada rahim yang menonjol keluar, sehingga mengakibatkan jaringan tersebut tumbuh pada organ reproduksi lain, seperti pada tuba fallopi.

    kondisi dimana lapisan kecil lapisan rahim (endometrium) mulai tumbuh di tempat lain, seperti ovarium. Hal ini dapat merusak ovarium atau saluran tuba dan menyebabkan masalah kesuburan. Hal tersebut akan menyumbat tuba fallopi dan menghalangi proses pembuahan di dalamnya.

    6. Penyakit Radang Panggul

    Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi pada saluran reproduksi wanita, yang meliputi rahim, tuba fallopi, dan ovarium (indung telur).

    Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS). Penyakit radang panggul juga dapat merusak tuba fallopi, sehingga membatasi pergerakan sel telur dalam rahim.

    7. Sterilisasi

    Sterilisasi adalah penyebab kemadulan pada wanita yang berikutnya. Salah satu faktor yang melatarbelakangi wanita melakukan sterilisasi adalah penyakit, seperti terdapat miom dalam rahim dan lain sebagainya. Sterilisasi membuat sel telur tidak mungkin masuk ke dalam rahim. Prosedur tersebut dapat dibalik, namun hasilnya juga belum tentu dapat membuat Anda bisa hamil.

    8. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

    Efek samping dari beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab kemandulan. Beberapa jenis obat yang dapat mengurangi kesuburan Anda, yaitu:

    • Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID): Penggunaan obat antiinflamasi non-steroid dengan dosisi tinggan dan dalam jangka waktu yang lama dapat membuat Anda sulit untuk hamil. Obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen atau aspirin.
    • Obat untuk kemoterapi: Obat -obatan yang digunakan untuk kemoterapi, terkadang dapat menyebabkan kerusakan pada ovarium, sehingga tidak lagi dapat berfungsi dengan baik.
    • Obat neuroleptik: Obat golongan antipsikotik ini biasa digunakan untuk mengobati masalah kejiwaan atau psikologis. Obat tersebut dapat menyebabkan siklus menstruasi terganggu hingga menyebabkan ketidaksuburan.
    • Spironolakton: Jenis obat yang biasa digunakan untuk mengobati retensi cairan (edema). Anda akan kembali subur setelah dua bulan berhenti mengonsumsi obat tersebut.
    • Obat-Obatan Terlarang: Ganja dan kokain merupakan salah satu obat terlarang yang menjadi penyebab kemandulan, karena obat-obatan terlarang dapat mempengaruhi kesuburan dan mempersulit terjadinya ovulasi.
    Pin It