• Perawatan Tambahan Untuk Bantu Obat DBD Lebih Efektif

    Baik itu diopname di rumah sakit atau dirawat di rumah sendiri, biasanya dokter juga akan menyarankan Anda empat hal di bawah ini agar kerja obat DBD-nya makin efektif :

    1. Mengonsumsi banyak cairan

    Setiap orang yang sakit DBD perlu mendapatkan banyak asupan cairan. Tidak hanya lewat infus, tapi juga dengan banyak-banyak minum air putih, makan sayur dan buah yang banyak airnya (seperti semangka, tomat, timun, dan jeruk), hingga makan makanan yang berkuah seperti sup ayam.

    Bagi orang sehat, minimal porsi air putih dalam sehari adalah delapan gelas. Namun, pasien DBD tentu saja butuh lebih banyak lagi. Apalagi kalau sampai mengalami perdarahan atau muntah-muntah. Maka, pastikan pasien mendapatkan asupan cairan putih yang mencukupi setiap beberapa menit. Jangan tunggu sampai haus.

    Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI menambahkan, obat yang paling dibutuhkan pasien DBD sebetulnya adalah cairan isotonik karena berfungsi lebih baik daripada air putih biasa. Cairan isotonik yang mengandung elektrolit dapat mencegah kebocoran plasma darah pada pasien DBD.

    Cairan wajib menjadi obat demam berdarah untuk menurunkan demam serta mencegah risiko dehidrasi dan syok. Selain itu, nyeri otot dan sakit kepala karena dehidrasi saat DBD juga bisa diobati dengan mengonsumsi cairan yang banyak.

    2. Istirahat yang cukup

    Selama diresepkan obat demam berdarah, orang yang sakit wajib hukumnya untuk istirahat total alias bed rest. Istirahat dapat membantu pemulihan jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi demam berdarah.

    Jika diopname di rumah sakit, dokter dapat memberikan pasien DBD obat tertentu agar cepat mengantuk sehingga bisa istirahat sepenuhnya.

    3. Makan makanan penambah trombosit

    Selama masih minum obat, pengidap demam berdah tetap harus menomorsatukan kebiasaan makan sehat dan bergizi. Khususnya makan makanan tertentu yang dapat membantu tubuh menormalkan atau menambah kadar trombosit darahnya. Apa saja?

    Vitamin B-12

    Vitamin B12 membantu menjaga sel-sel darah tetap sehat dan menyeimbangkan kadar trombosit. Maka itu kekurangan vitamin B12 dihubungkan erat dengan gejala anemia.

    Anda bisa mendapatkan sumber vitamin B12 dari ati sapi dan telur. Hindari susu sapi dan produk olahannya seperti keju atau mentega. Meski tinggi vitamin B12, susu sapi dan produk olahannya justru dapat mengganggu produksi trombosit.

    Asam folat

    Asam folat membantu menambah produksi sel darah saat DBD menyerang, dan bisa diperoleh dari:

    • Kacang-kacangan
    • Kacang polong
    • Kacang merah
    • Buah jeruk

    Zat besi

    Zat besi membantu tubuh Anda menghasilkan sel darah yang sehat. Anda bisa mendapatkan sumber zat besi tinggi dari makanan sehat berikut ini:

    • Makanan laut seperti kerang
    • Buah labu
    • Kacang-kacangan
    • Daging sapi

    Vitamin C

    Vitamin C bisa meningkatkan jumlah trombosit dan bisa membantunya bekerja secara maksimal saat Anda terserang demam berdarah. Vitamin C juga dapat dikatakan sebagai obat DBD alami karena membantu Anda melawan infeksi dan menyerap zat besi, yang sama-sama dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit.

    Asupan tinggi vitamin C bisa Anda peroleh dari:

    • Buah mangga
    • Buah nanas
    • Brokoli
    • Paprika hijau atau merah
    • Tomat
    • Kembang kol

    Tidak hanya dari makanan. Anda juga bisa menambah asupan vitamin C harian lewat suplemen vitamin. Saat terserang DBD, konsumsilah suplemen vitamin C sebanyak 500 mg selama 6-9 hari. Tanyakan lebih lanut ke dokter mengenai aturan pakainya yang lebih jelas.

    4. Suplemen zinc

    Zink adalah mineral penting yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan merangsang pertumbuhan sel sehat.

    Selain itu, zinc juga berperan penting untuk meningkatkan jumlah interferon dalam sel darah putih untuk melawan virus penyebab DBD.

    Dosis yang disarankan untuk suplemen zinc sebagai obat tambahan saat kena DBD adalah 25 mg satu kali setiap hari.

    Pin It