• Perbedaan Viagra, Cialis dan Levitra

    Viagra, cialis, dan levitra adalah tiga jenis obat kuat yang paling diminati oleh kaum pria. Obat ini tidak hanya diandalkan sebagai 'senjata' supaya Anda bisa memberikan seks yang hebat untuk pasangan, tapi juga membantu mengatasi disfungsi ereksi.

    Karena fungsinya serupa, Anda mungkin bingung harus memilih obat kuat mana yang harus diminum supaya tahan di ranjang malam ini. Kira-kira, manakah yang efeknya lebih ampuh, viagra, cialis, atau levitra? Berikut panduan lengkapnya untuk Anda.

    Perbedaan viagra, cialis, dan levitra

    Viagra, cialis, dan levitra adalah merek dagang yang semuanya merupakan obat kuat. Viagra merupakan merek dagang untuk obat yang mengandung sildenafil, cialis untuk tadalafil, dan levitra untuk vardenafil.

    Ketiga obat kuat ini bekerja dengan cara yang sama, yaitu memblokir enzim phosphodiesterase tipe 5 sekaligus merangsang produksi senyawa nitrit oksida. Proses ini menyebabkan otot polos di pembuluh darah penis jadi mengendur, sehingga aliran darah ke penis jadi lebih lancar. Alhasil, pria bisa ereksi dengan maksimal dan tahan lama di ranjang, begitu juga dengan Anda yang punya masalah disfungsi ereksi.

    Walau fungsinya sama-sama sebagai obat kuat, ada beberapa hal yang membedakan ketiganya. Berikut ini perbedaan antara obat kuat viagra, cialis, dan levitra, di antaranya:

    1. Dosis
    2. Efek tahan lama
    3. Bolehkah diminum setiap hari?
    4. Efek samping

    Yang harus diperhatikan sebelum minum obat kuat

    Sekarang Anda sudah tahu apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing obat kuat. Namun, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan sebelum minum obat kuat, yaitu:

    • Viagra, cialis, dan levitra sama-sama bisa menyebabkan priapisme. Priapisme adalah kondisi ketika penis ereksi berkepanjangan dan terasa menyakitkan. Jika penis ereksi lebih dari 4 jam, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
    • Beri tahukan dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin dan herbal.
    • Hindari minum obat kuat jika Anda baru saja mengonsumsi obat nyeri dada yang mengandung nitrat, misalnya nitroglycerin.
    • Hindari minum obat kuat bila Anda ingin menjalani operasi, walaupun hanya sekadar operasi gigi.
    • Beberapa obat kuat dapat menurunkan tekanan darah. Ada baiknya, hindari minum obat kuat jika Anda mengalami tekanan darah rendah (hipotensi) atau sedang minum obat hipertensi secara rutin. Hal ini bisa membuat tekanan darah Anda kian merosot dan membahayakan kesehatan.
    • Hindari minum obat kuat jika Anda punya serangan jantung, stroke, atau detak jantung tak beraturan selama lebih dari 6 bulan. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai hal ini.

    Simak terus artikel kami tentang obat kuat yang aman bagi kesehatan.

    Pin It