• Tanda dan Gejala Penyakit DBD Yang Harus Diketahui

    Demam berdarah adalah penyakit yang gejala awalnya menyerupai flu. Namun, lebih berat dan menimbulkan gejala lain yang “melumpuhkan” aktivitas orang yang mengalaminya.

    Pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi virus dengue, gejala DBD yang ditimbulkan cenderung lebih parah dibanding orang yang lebih dewasa. Pada kasus parah, komplikasi dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan kematian.

    Untuk mencegah komplikasi penyakit DBD, Anda tidak boleh mengabaikan tanda dan gejalanya. Virus dengue memengaruhi beberapa sistem tubuh, mulai dari sistem imun, sistem hati, hingga pembuluh darah. Itulah sebabnya, jika seseorang terinfeksi virus ini, maka pasien akan mengalami beberapa fase demam berdarah, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan.

    Nah, setiap fase menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Berikut panduan bagi Anda dan keluarga supaya bisa mewaspadai gejala demam dengue lebih dini berdasarkan fase-fasenya.

    Gejala demam dengue pada fase demam

    1. Demam tinggi mendadak

    Demam adalah kondisi yang umum terjadi. Baik itu pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Hampir semua penyakit yang menyebabkan infeksi pada tubuh akan menimbulkan gejala demam, termasuk demam berdarah. Demam ini menandakan bahwa tubuh sedang berusaha melawan infeksi dari virus dengue. Sayangnya, banyak orang yang tidak bisa membedakan demam biasa dengan demam dari gejala penyakit DBD.

    Saat demam biasa terjadi, Anda biasanya tahu pemicunya. Contohnya, demam akibat virus flu biasanya terjadi setelah Anda kehujanan. Sementara demam DBD terjadi secara mendadak tanpa Anda tahu pemicunya.

    Kemudian, demam akibat flu juga diikuti gejala lain seperti bersin, batuk, dan hidung terus meler sedangkan demam DBD tidak demikian. Demam biasa akan membaik dalam satu atau dua hari. Beda dengan demam karena virus dengue yang biasanya terjadi selama 2 sampai 7 hari.

    Perlu Anda catat baik-baik, demam DBD bisa mencapai 40º Celcius. Suhu tubuh tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan demam biasa. Selain itu, gejala ini juga menyebabkan tubuh Anda mengeluarkan banyak keringat dan menggigil. Pada anak-anak atau bayi, fase demam berdarah ini sering kali menyebabkan mereka kekurangan cairan (dehidrasi).

    2. Sakit kepala parah

    Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala DBD yang akan muncul selanjutnya adalah sakit kepala. Namun, sakit kepala akibat DBD lagi-lagi berbeda dengan sakit kepala biasa.

    Sakit kepala biasa umumnya menimbulkan rasa berdenyut di sisi kanan, kiri, atau kedua sisi kepala. Sementara sakit kepala yang terjadi akibat demam berdarah, biasanya menimbulkan rasa sakit di sekitar dahi. Bahkan, hingga menembus ke bagian belakang mata.

    3. Nyeri tubuh, mual, dan muntah

    Selain sakit kepala, gejala demam berdarah yang terjadi setelah demam adalah nyeri pada bagian otot dan sendi. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak bisa bergerak dengan bebas dan hanya ingin berbaring di atas kasur.

    Pada beberapa orang, masalah pencernaan mungkin juga terjadi, contohnya mual dan muntah. Rasa tidak nyaman pada perut ini juga menjalar hingga area punggung. Biasanya gejala ini akan terjadi selama 2 hingga 4 hari.

    4. Kelelahan

    Sebagian besar penyakit memang membuat tubuh lemah tidak berdaya, termasuk demam berdarah. Semua gejala seperti demam selama beberapa hari, diikuti nyeri tubuh pasti akan membuat tubuh pasien lemah.

    Selain itu, gejala demam berdarah, seperti mual dan muntah juga bisa membuat nafsu makan menurun. Akibatnya, asupan nutrisi jadi berkurang, energi dalam tubuh akan merosot, dan sistem kekebalan tubuh semakin melemah.

    Pin It