• Tips Untuk Mendiagnosis Demam Berdarah Terbaik

    Demam naik turun sering kali dikaitkan denga gejala demam berdarah. Meski begitu, demam adalah gejala ang sangat umum dan bisa terjadi pada masalah kesehatan apapun, termasuk demam. Biasanya, seseorang yang dicurigai demam berdarah mesti melakukan serangkaian tes darah lengkap supaya memastikan ada atau tidaknya virus dengue di dalam darahnya.

    Pemeriksaan demam berdarah (DBD) yang dianjurkan

    Biasanya, pemeriksaan demam berdarah baru akan dilakukan ketika memang Anda sudah dicurgai terkena virus dengue. Infeksi virus ini sulit untuk didiagnosis tanpa tes laboratorium karena gejalanya mirip dengan masalah kesehatan lain, misalnya malaria.

    Pada awalnya, dokter akan melihat gejala yang muncul dan meminta Anda untuk melalukan tes darah lengkap. Tes ini akan melihat kadar beberapa komponen dalam darah yaitu hemoglobin, hematokrit, leukosit dan trombosit.

    Dalam paduan WHO, seseorang akan dicurigai terkena demam berdarah jika hasil pemeriksaannya menunjukkan:

    • Hematokrit meningkat 5-10%
    • Trombosit kurang dari 150 ribu/mikroliter
    • Leukosit kurang dari 5.000/mikroliter

    Meski begitu, hasil pemeriksaan tersebut bisa saja mengarah pada diagnosis penyakit lain. Maka itu, jika tanda dan gejala yang muncul tidak begitu khas, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tes demam berdarah lebih lanjut.

    Berikut ini tes untuk menentukan dengan pasti apakah Anda memang terkena demam berdarah.

    1. Tes NS1

    Biasanya, tes ini dilakukan untuk mendeteksi antigen virus demam berdarah saat gejala baru muncul. Jika Anda sudah mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi selama 3 hari, maka Anda akan diminta untuk melakukan tes NS1, sebagai pemeriksaan awal.

    Pemeriksaan NS1 cukup akurat dan efektif. Jika hasilnya positif, artinya memang Anda terkena penyakit demam berdarah. Apabila hasilnya negatif tetapi gejala demam berdarah masih terus muncul, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti Anti-Dengue IgG dan IgM, serta hematologi rutin.

    Hal in dilakukan agar bisa mendapatkan pengobatan lebih awal dan mencegah komplikasi yang timbul jika terlalu lama dibiarkan.

    2. IgM ELISA

    Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA) merupakan tes yang biasanya dilakukan setelah 5 hari gejala demam berdarah muncul. Tes ini akan mendeteksi antibodi IgM dan IgG virus dengue.

    Biasanya IgM akan muncul terlebih dahulu sekitar 7-10 hari setelah tubuh terkena virus dengue. Kemudia, kadar IgMdalam darah akan terus naik dalam beberapa minggu dan menurun secara bertahap. Oleh karena itu jika hasil antibodi IgM virus dengue hasilnya positif berarti Anda mengalami infeksi akut.

    3. Hemagglutination Inhibition Assay (HAI)

    Metode ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi IgG. Antibodi IgG muncul lebih lambat daripada IgM dan menjadi penanda infeksi yang kronis. Terdeteksinya antibodi IgG dapat digunakan untuk melihat apakah infeksi virus dengue tersebut merupakan infeksi primer atau sekunder.

    Jika hasil tes Anda menunjukkan IgG positif sedangkan IgM rendah atau negatif, hal ini menandakan Anda pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya.

    Namun jika titer IgG Anda meningkat 4 kali lipat atau lebih besar, misalnya pada pemeriksaan pertama 1:4, lalu berselang 2-4 minggu dilakukan pemeriksaan kedua titer menjadi 1:64, artinya Anda telah mengalami infeksi virus dengue akhir-akhir ini.

    Selanjutnya jika hasil IgM maupun IgG negatif artinya gejala yang ditimbulkan bukan karena infesi virus dengue, mungkin karena penyebab yang lain. Pemeriksaan lab ini memang disediakan untuk mengetahui DBD. Walaupun begitu, biasanya hasil lab DBD HAI memakan waktu yang cukup lama.

    Nah, ketiga jenis pemeriksaan ini adalah tes yang sering dianjurkan oleh dokter untuk mengetahui apakah Anda terjangkit virus demam berdarah atau tidak. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda jika mengalami gejala-gejala yang mirip dengan demam berdarah, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan kepastian tersebut.

    Pin It