• Waktu Yang Tepat Untuk ke Dokter Saat Diare

    Diare pada bayi dan anak-anak kecil

    Jika bayi terus buang-buang air, ini merupakan suatu hal yang serius dan harus segera ditangani. Diare pada bayi dapat menyebabkan kondisi dehidrasi serius dan membahayakan nyawa pada waktu yang singkat.

    Anda perlu menghubungi dokter jika anak Anda mengalami:

    • Produksi urin menurun
    • Mulut kering
    • Lesu 
    • Sakit kepala
    • Kulitnya kering
    • Mengantuk

    Segera ke dokter atau rumah sakit jika gejala berikut terjadi pada anak Anda:

    • Gejala dehidrasi seperti tangan dan kaki yang dingin, kulit pucat, jarang buang air kecil, mudah marah, atau mengantuk
    • Demam tinggi
    • Feses anak mengandung darah dan nanah
    • Feses anak  berwarna hitam.

    Diare pada orang dewasa

    Berikut adalah beberapa gejala diare pada orang dewasa yang jika terjadi harus segera diperiksakan ke dokter atau rumah sakit. 

    • Feses berwarna gelap yang menandakan adanya darah pada feses
    • Mual dan muntah
    • Kurang tidur
    • Penurunan berat badan.

    Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

    Penyebab

    Apa penyebab diare?

    Diare dapat disebabkan karena adanya gangguan pencernaan. Gangguan tersebut bisa berupa:

    1. Keracunan makanan

    Makanan tidak steril yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan sakit perut melilit, mual, dan buang-buang air. Ini disebabkan oleh racun yang dikeluarkan bakteri meninfeksi organ dalam sistem pencernaan Anda.

    2. Infeksi bakteri, parasit, virus

    Kuman yang dapat menyerang pencernaan sampai menyebabkan diare termasubakteri (C. difficile, E. coli, Salmonella, Shigella, dan Campylobacter), parasit atau amuba (Giardia dan Entamoeba histolytica), dan virus (Rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus)

    Kuman-kuman tersebut dapat masuk ke dalam pencernaan melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

    3. Intoleransi laktosa

    Laktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam susu dan produk olahan susu. Intoleransi laktosa adalah gangguan sistem pencernaan yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah gula alami tersebut.

    Ketika gangguan pencernaan ini terjadi, laktosa yang tidak bisa dicerna akan masuk ke usus besar. Bakteri di usus besar akan berinteraksi dengan laktosa sehingga menyebabkan gejala seperti kembung dan diare.

    Risiko intoleransi laktosa dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Ini karena kadar enzim yang membantu mencerna laktosa turun setelah masa kanak-kanak. 

    4. Fruktosa

    Fruktosa adalah gula yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan madu. Terkadang bila ditambahkan sebagai pemanis untuk minuman tertentu. Pada orang yang kesulitan mencerna fruktosa, dapat menyebabkan diare.

    5. Pemanis buatan

    Sorbitol dan manitol atau pemanis buatan lainnya dapat menyebabkan buang air besar cair berlebih. Pemanis buatan tersebut banyak ditemukan pada permen karet dan produk permen lainnya. 

    6. Mengonsumsi obat tertentu

    Buang-buang air dapat terjadi karena efek samping mengonsumsi beberapa jenis obat. Obat ini termasuk:

    • Antibiotik
    • Antasida 
    • Obat untuk kemoterapi
    • Obat jantung
    • Antidepresan
    • Obat tekanan darah tinggi
    • Obat diuretik

    Obat pencahar yang mengandung magnesium apabila disalahgunakan juga dapat menyebabkan diare. Kondisi ini juga dapat terjadi setelah operasi bariatrik atau pengangkatan kandung empedu.

    7. Penyakit radang usus (IBD)

    Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa dapat menyebabkan diare kronis yang dapat terjadi kambuhan. Selain buang air besar cair berlebih, Anda juga bisa mengalami sakit perut, perdarahan yang keluar dari anus , demam, dan penurunan berat badan.

    Pin It